Selasa, 23 Oktober 2012

FUZZY MULTIPLE ATTRIBUT DECISION MAKING (FMDAM) DAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DIGUNAKAN DALAM SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (bag 1)



Abstrak
Setiap saat pasti manusia dihadapkan pada banyak permasalahan, salah satunya adalah bagaimana mendapatkan sebuah keputusan yang tepat dari suatu permasalahan. Sistem Pendukung Keputusan dibuat untuk membantu manusia dalam menentukan sebuah keputusan yang tepat. Penggunaan metode Fuzzy Multiple Attribut Decision Making (FMDAM) dan metode Simple Additive Weighting (SAW) sering digunakan karena mampu menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Lalu dilakukan penelitian dengan mencari nilai bobot dari setiap atribut kemudian dilakukan proses perankingan sehingga ditemukanlah alternatif yang optimal.

Pendahuluan
Setiap orang sering dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia harus memutuskan untuk memilih satu dari beberapa pilihan yang ada. Dalam membuat keputusan pilihan mana yang menjadi terbaik diperlukan data dan informasi. Namun data dan informasi yang diperlukan terkadang sulit untuk diukur nilai kepastiannya.

Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan merupakan salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
Secara hierarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database melakukan analisis, serta memberikan interprestasi dalam bentuk yang mudah dipahami dengan format yang mudah untuk digunakan ( user friendly)

Beberapa karakteristik yang membedakan Sistem Pendukung Keputusan dengan Sistem Informasi lain yaitu:

  1.         Dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dalam memecahkan masalahan yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
  2.      Proses pengolahannya, mengkombinasikan pengguanaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari atau pemeriksa informasi.
  3.        Dapat digunakan atau dioperasikan dengan mudah oleh orang-orang yang tidak memiliki dasar kemampuan pengoperasian komputer yang tinggi. Pendekatan yang digunakan biasanya model interaktif.
  4.        Dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai perubahan lingkungan yang terjadi dan kebutuhan pengguna

    Universitas Dian Nuswantoro



Tidak ada komentar:

Posting Komentar