Abstrak
Setiap saat pasti manusia
dihadapkan pada banyak permasalahan, salah satunya adalah bagaimana mendapatkan
sebuah keputusan yang tepat dari suatu permasalahan. Sistem Pendukung Keputusan
dibuat untuk membantu manusia dalam menentukan sebuah keputusan yang tepat.
Penggunaan metode Fuzzy Multiple Attribut Decision Making (FMDAM) dan metode
Simple Additive Weighting (SAW) sering digunakan karena mampu menyeleksi
alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria-kriteria
tertentu. Lalu dilakukan penelitian dengan mencari nilai bobot dari setiap
atribut kemudian dilakukan proses perankingan sehingga ditemukanlah alternatif
yang optimal.
Pendahuluan
Setiap orang sering dihadapkan
pada suatu keadaan dimana ia harus memutuskan untuk memilih satu dari beberapa
pilihan yang ada. Dalam membuat keputusan pilihan mana yang menjadi terbaik
diperlukan data dan informasi. Namun data dan informasi yang diperlukan
terkadang sulit untuk diukur nilai kepastiannya.
Sistem Pendukung
Keputusan
Sistem Pendukung Keputusan merupakan
salah satu jenis sistem informasi yang bertujuan untuk menyediakan informasi,
membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi
agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.
Secara hierarkis, SPK biasanya dikembangkan untuk
pengguna pada tingkatan manajemen menengah dan tertinggi. Dalam pengembangan
sistem informasi, SPK baru dapat dikembangkan jika sistem pengolahan transaksi (level
pertama) dan sistem informasi manajemen (level kedua) sudah berjalan dengan
baik. SPK yang baik harus mampu menggali informasi dari database melakukan
analisis, serta memberikan interprestasi dalam bentuk yang mudah dipahami
dengan format yang mudah untuk digunakan ( user friendly)
Beberapa
karakteristik yang membedakan Sistem Pendukung Keputusan dengan Sistem Informasi
lain yaitu:
- Dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dalam memecahkan masalahan yang sifatnya semi terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
- Proses pengolahannya, mengkombinasikan pengguanaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari atau pemeriksa informasi.
- Dapat digunakan atau dioperasikan dengan mudah oleh orang-orang yang tidak memiliki dasar kemampuan pengoperasian komputer yang tinggi. Pendekatan yang digunakan biasanya model interaktif.
- Dirancang dengan menekankan pada aspek
fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi
sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai perubahan lingkungan yang terjadi
dan kebutuhan
pengguna
Universitas Dian Nuswantoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar